Ya Ampun, Televisi itu Maunya Apa?

Aku menulis ini, disebuah ruang kantor Baliorange. Tak jauh dari tempat aku duduk, sebuah televisi sedang berisik. Anjasmara, tengah berada di tengah tengah “pertempuaran” dua perempuan yang saling mencerca satu sama lain. Seorang perempuan tua yang rupanya adalah tante dari kedua perempuan itu tengah berusaha melerai. Berulangkali, bunyi beep yang artinya menyensor ucapan sumpah serapah kedua orang itu berbunyi.

O my God! Acara apa ini? Kenapa ketololan dan kebodohan macam ini dijadikan obyek tontonan? Di jam sore pula, kala anak-anak memiliki peluang besar untuk menontonnya?!!

Entah ini hari buruk apa aku harus melihat tanyangan sampah macam ini. Dan, yang model kayak gini, bukan yang pertama yang kulihat. Beberapa waktu lalu, agak malam, sebuah keluarga yang saling tak percaya satu-sama lain saling gontok-gontokan dijadikan obyek tontonan.

Shit! Segitu miskin kreasinya kah kalangan industri televisi kita? Atau mereka kembali akan berkilah bahwa itu adalah tuntutan pemirsa? Atau rating televisi yang bagus ya yang begitu?

Aku bener-bener ga habis pikir. Sungguh terhina rasanya menyaksikan tontonan macam itu. Sangat merendahkan logika, kemanusiaan, intelektualitas dan jauh dari mendidik.

Ok, mereka memang bukan pendidik. Lalu apa? Penghibur? Acara itu sama sekali tidak menghibur. Ketotolan sekali lagi, bukanlah sebuah hiburan.

Yang benar, mereka adalah agen perusak mentalitas, moralitas bangsa! Kapan negara ini akan maju kalo terus-terusan disergap dengan pikiran-pikiran dangkal dan pragmatis macam apa yang ditayangkan banyak televisi kita? Mereka hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri saja!

Televisi, adalah media yang paling mudah merasuki pikiran pemirsanya. Terlebih anak-anak yang belum mampu mengendalikan dan mencerna apa yang ada didepan mata mereka. Walau ada disklaimer yang menyatakan bahwa sebaiknya anak-anak didampingi orang tua ketika menonton acara televisi, tetap saja itu hanyalah usaha cuci tangan kalangan televisi dari tanggung jawab moral terhadap bangsa ini.

So? Jangan pernah tonton acara-acara bodoh itu. Jangan pernah biarkan anak anda menyaksikan acara-acara macam itu. Lindungi masa depan anak-anak dan komponen bangsa ini dari pembodohan yang terorganisasi oleh Televisi!!!

Bubarkan Televisi yang penuh tayangan tolol!

4 thoughts on “Ya Ampun, Televisi itu Maunya Apa?

  1. lodegen

    dulu saya oke2 aja nonton me vs mom. karena pure family game. Sebulan belakangan malah dikasi script konflik (berantem, menyumpah, mengamuk, dll ala termehek2)

    BIADAB!!!!!!!!

    1. Arif Nofiyanto Post author

      LD,
      kayaknya bagus klo ada semacam penelitian tingkat “kediterimaan” sebuah acara televisi di satu region tertentu. Lalu membentuk sebuah wadah bersama untuk bicara mewakili kepentingan-kepentingan tersebut dan dari sana, mungkin komunitas sebuah wilayah atau daerah tersebut mempunyai veto untuk menerima atau menolak sebuah acara disiarkan di daerahnya.

      Sulit kelihatannya, tapi mungkin aja.

  2. udung

    setuju ! cocok dinamain acara pembodohan oleh televisi demi sebuah pengakuan yg disebut rating!

    kalau tidak bisa dicoret tayangkan saja jam 2 dini hari…. biar penduduk Indonesia khususnya kalangan ibu-ibu dan bapak-bapak yg dominan menontonnya dari pada bikin anak tanpa KB !! (loh?!)

  3. Pingback: KPI Minta “Curhat Bareng Anjasmara” Dihentikan | resep manjur

Comments are closed.