- Corat Coret - http://coratcoret.com -

Warung tenda yang “ditutup”

Posted By Arif Nofiyanto On December 13, 2011 @ 11:17 pm In Catatan Lain,Seputar Bali | Comments Disabled

Sepanjang malam ini Denpasar hujan. Hujannya tidak begitu deras, tapi awet dan sepertinya merata. Akibatnya hawa dingin terasa menusuk dan perut yang belum terisi makin berontak karena mungkin membutuhkan tambahan energi untuk melawan hawa dingin ini.

Sementara pikiranku pun telah melanglang ke buana imajinasi warung mana yang akan kutuju begitu hujan reda. Pilihan pertama, warung nasi tempong langganan karena kupikir dingin-dingin begini enak makan yang anget-anget plus pedes. Terlebih lagi, telah cukup lama tidak kesana, karena tiap bolak balik kesana, selalu tutup. Malam ini aku berharap banget mereka buka.


Begitu hujan reda, tanpa menunggu benar-benar reda, aku berangkat ke warung tujuan itu dan Alhamdulillah yah,..warung nasi tempong yang murah meriah itu buka. Tanpa ragu motor kuarahkan ke warung itu dan sesampainya disana segera kupesan menu favoriteku Nasi Tempong, pete plus bebek goreng. Hehe, seseorang mungkin komplen karena aku pamer, tapi biarlah. Enak sih!

Sambil memesan, aku ngobrol dengan ibu warung itu dan menanyakan kenapa tutup terus? Jawaban yang kuterima cukup mengejutkan, yakni Ibu itu tidak pernah tutup alias selalu buka. Yang lebih mengejutkan lagi, aku adalah orang ketiga malam ini yang menanyakan hal yang sama.

Jawaban itu cukup mengejutkan, tapi tidak terlalu aneh ditelingaku karena cerita ini bukan kali pertama yang kudengar. Bedanya, kali ini aku mendengar langsung dari pemilik warung. Sebelumnya, aku hanya mendengar dari cerita teman atau orang lain yang menceritakan hal semacam ini.

Lebih jauh ibu itu menjelaskan, katanya, setelah ditanya pada “Orang yang ngerti”, ada orang lain yang tidak suka pada warung si Ibu ini dan menggunakan cara-cara diluar nalar untuk mengganggunya. Warung si Ibu “ditutup”, sehingga orang yang melintas dan ingin singgah tidak menemukan warung itu buka dan dilihatnya hanya tempat kosong.

Ibu itu menambahkan bahwa memang dalam seminggu terakhir ini warungnya sepi, karena itulah Ia menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi pada warungnya dan diperolehnya jawaban tadi, sekaligus dibantu untuk “membersihkannya”.

Suami si Ibu, yang duduk tak jauh dari tempat kami berbincang menambahkan bahwa banyak kejadian aneh yang ia rasakan minggu-minggu ini. Misalnya, ada seorang temannya yang bertanya dimana posisinya. Ketika dijawab sedang di warung, temannya tadi balik bertanya, kok bisa karena barusan Ia menyuruh anaknya ke warung tapi tutup. Aneh!

Selang sebentar, ketika pesananku siap, sambil makan pikiranku ngelayap kemana-mana. Gak habis pikir, kok ya hari gini ada yang menggunakan cara-cara macam ini dalam berusaha. Kok ya ada yang tega “menutup” rejeki orang. Semua ini, diluar kemampuan otakku memahami apa yang ada. Kasarnya, tidak masuk akal, tapi nyatanya ada.

Cerita malam ini menambah “koleksi” pendengaranku tentang cerita-cerita serupa yang kudengar sebelumnya. Termasuk misalnya cerita tentang centhong tertentu yang kudu dimiliki pengusaha warung agar warungnya laris dan ramai.

Mungkin baiknya aku tak memaksakan diri memahami situasi ini atau mencari-cari celah logikanya, melainkan cukup belajar menerima kenyataan bahwa hal-hal macam itu ada disekitar kita.

Oya, terlepas dari cerita yang barusan kusampaikan, lebih penting untuk tau adalah bahwa nasi tempong ini enak, murah dan bikin pengen nambah. Lokasinya di jalan teuku umar barat, diteras “Pasundan Gorden”. Ancer-ancernya seberang showroom motor yang sudah bangkrut. Sayangnya, ga ada kamera untuk memotret, jadi ga bisa mejengin bagaimana penampakannya. Saranku satu, Coba! Enak kok!


Article printed from Corat Coret: http://coratcoret.com

URL to article: http://coratcoret.com/warung-tenda-yang-ditutup-0738.html

URLs in this post:

[1] : http://coratcoret.com/warung-tenda-yang-ditutup-0738.html?share=twitter

[2] : http://coratcoret.com/warung-tenda-yang-ditutup-0738.html?share=facebook

[3] : http://coratcoret.com/warung-tenda-yang-ditutup-0738.html?share=email

[4] : http://coratcoret.com/warung-tenda-yang-ditutup-0738.html?share=google-plus-1

[5] : http://coratcoret.com/warung-tenda-yang-ditutup-0738.html#print

Copyright © 2009 coratcoret`. All rights reserved.