Kata orang, galau itu salah satu hak azasi manusia yang patut dihormati. Galau berawal dari perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, yang umumnya gagal. Kegaggalan itu membuat orang jadi galau. Begitu singkatnya.
Gagal soal apa? Banyak!
Ada dua ekor kucing gaduh diatas genteng. Suaranya riuh, berisik. Aku tidak tahu persis mereka itu sepasang kucing yang saling menggoda dan merayu untuk kemudian kawin atau dua ekor kucing yang bersaing memburu seekor tikus. Yang kutahu, mereka berisik.
dan melelahkan..atau kau terlalu lelah, pastilah butuh sesuatu untuk bersandar. Tidak hanya raga, batin pun demikian. Kamu pasti merasakan kebutuhan itu. Aku juga.
Namun bagaimana jika tempat atau sosok tempatmu bersandar itu labil, mudah goyah? Jika ada cukup kesabaran, kamu mungkin akan memperbaikinya. Memperkuat dan menstabilkan sandaran itu. Jika tidak? Kemungkinan besar, kamu akan ikutan labil, goyang bahkan ambruk.
Continue reading
Lama sekali tidak ada sesuatu yang muncul di blog ini. Semua serba senyap dan jika engkau bertanya mengapa, pastilah aku susah menemukan jawaban yang tepat apalagi akurat. Ada sesuatu yang sulit aku jelaskan mengapa ini terjadi. Ide dan pemikiran menjauh, jauh sekali. Rutinitas, pancingan emosi dan mungkin kepedulian menjebak dan meluntur dari hatiku. Aku malas menulis.
I’m spy..in the house of Love…
Yah, judul diatas aku pinjam secara bebas dari lagunya The Doors dengan judul yang sama. Aku adalah mata-mata dalam sebuah rumah cinta. Rumah indah yang berisi penuh perasaan cinta kasih. Tapi tolong jangan percaya sepenuhnya, dalam tulisan ini aku banyak bohongnya.
Aku tidak pernah hidup dalam sebuah “House of Love”, itu yang benar, karena yang kutinggali hanyalah sebuah gubuk derita. Terutama bagimu wahai pembaca yang sebel dengan tulisanku, yang punya koneksi internet cepat dirumah dan dimana saja, yang tidur telanjang bebas diselimuti selimut tebal dan disejukkan hawa dingin Air Conditioner. Rumahku itu terletak di sepetak bantaran Ciliwung yang keruh. Ya sebuah gubuk berukuran dua setengah kali dua setengah meter, berdempet dengan gubuk satunya lagi yang jadinya seatap. Kalo dilihat dari jauh, ia kliatan seperti satu bangunan yang berdiri sendiri.
Continue reading
Nduk, tahukah kau jika seekor nyamuk pun tak berani mengajakku bergurau..sebab di gelap ini tengah kueja sebuah arti dari kata: kesetiaan. Meski ujar orang-orang, kesetiaan di hari ini adalah sebuah kemewahan. Tetapi ucapku: kesetiaan merupakan sebuah keniscayaan dan bukan kemuslihatan picisan jika itu menyangkut perkara antara aku dan dia.
Continue reading
Hai Nona,..kutuliskan ini bukan maksudku untuk bermain kata-kata indah. Bukan juga bahasa-bahasa rayuan. Ini adalah sebuah ekspresi. Ekspresi perselingkuhan hati dengan akalku. Ekspresi kerinduan akan klimaksnya rasa emosionalku. Ekspresi kebingungan yang belum juga menemukan terminal akhirnya. Ini adalah sebuah Cinta dan sebuah Cermin.
Beberapa menit lalu, sebuah email contact masuk, yang rupanya dari kawan lama La Rose. Aku sangat senang membacanya karena doi sudah sempet mampir kesini. La Rose adalah salah satu member pada coratcoret edisi jadul.
Selamat datang di bulan februari tahun 2009! Bulan paling pendek dari 12 bulan dalam satu tahun. Tahun ini, Bulan February berjumlah 28 hari. Alamat yang merayakan ulang tahun tanggal 29 masih harus menunggu sampai tahun 2012 untuk benar benar merayakan ulang tahunnya.
Ketika menulis posting pertama di coracoretdotcom edisi baru ini, sempet disinggung tentang pentingnya spontanitas dalam menulis. Kali ini, akan kembali disinggung tentang itu karena sang inspirator, Benito Lopulalan, barusan ngobrol dengan aku dan sempat ngobrolin masalah spontanitas ini.