Membaca berita ini, aku terdiam cukup lama. Banyak memori yang kualami selama ini langsung atau tidak langsung terkait dengan karya-karya Gesang.
Suatu ketika dulu, di Terboyo, di warung padang tempat aku pernah bekerja, dan disana juga menjual kaset, setiap kali datang kaset Gesang umurnya tak pernah lama. Sekali di coba, selalu ada orang datang dan segera membelinya. Dari sanalah perkenalanku dengan lagu-lagu Gesang makin mendelam. Sebelumnya, aku hanya tau beberapa saja dari pelajaran sekolah dan atau apa yang terdengar populer seperti lagu Bengawan Solo. Kala itu baru kutahu ternyata, lagu karya Gesang tak hanya Bengawan Solo. Beberapa yang lain yang kusuka adalah “Pamitan” dan “Caping Gunung”.
Lagu-lagu karya Gesang bagiku sangat luar biasa. Lirik dalam setiap lagunya sederhana, mendalam, kuat dan juga patriotis. Tergambar jelas bagaimana setiap kata disusun dengan perasaan dan kecintaan yang mendalam. Mengutip pendapat seorang komponis musik kerakyatan Komunitas Lima Gunung Magelang, Sutanto Mendut, Lagu-lagu keroncong karya almarhum Gesang Martohartono menunjukkan kesatuan antara seni dengan pribadinya.
Kini, gesang telah tiada. Dan seperti tersirat dalam lagunya-lagunya, beliau ingin di iklhaskan kepergiannya. Lilanano pamit mulih..katanya dalam lagu Pamitan. Beliau, pun, seperti keinginannya dalam “Sebelum Aku Mati”, telah mewariskan banyak ragam warisan abadi berupa karya-karya yang tak akan pernah lekang ditelan jaman dan terus akan mendampingi perjalanan banyak manusia yang menyukai lagu-lagunya sepanjang masa. Perjalananku salah satunya.
Selamat Jalan maestro!
Tautan terkait tentang Almarhum Gesang
- Tentang Gesang di Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Gesang
- Gesang Sang Pribadi Sederhana, http://antaranews.com/berita/1274361587/gesang-sang-pribadi-sederhana
- Gesang di Tempointeraktif, http://tempointeraktif.com/hg/profil/2010/05/20/brk,20100520-249289,id.html


