Corat Coret

Menulis dan Berkomentar Tentang Apa Saja

Jan

14

Relasi Boss dan Karyawan

Ide tentang penulisan tulisan ini, berawal kira kira 50 menit yang lalu, sekitar jam 11 malam waktu bali. Entah ada feeling apa antara aku dengan si boss, tiba-tiba doi kirim sms menanyakan kabarku. Yap, beberapa kawan mungkin sudah tau kalo aku udah resign dari MAD sekitar pertengahan bulan Desember, tahun lalu dan sekarang berusaha fokus pada tugas lain yang udah tahunan ga tuntas.

Sejujurnya, “koneksi” batin ini udah muncul dari sore tadi. Seorang temen yang mampir tiba-tiba nyeletuk, agar aku balik kerja lagi.

“Elo dikangenin tu sama si Boss”, kata dia.

Temen yang ini, memang kenal baik dengan si boss, karena dulu pernah kerjasama aku di kantor yang sama, diawal mula MA design berdiri. Jadi, wajar aja dia tau bagaimana hubunganku dengan si boss, hubungan kerja dan personal.

Si Boss, selalu ga mau dipanggil Boss. Kami, aku dan kawan-kawan, selalu memanggil namanya langsung. Dia ga butuh itu sapaan-sapaan yang meninggikan bahasa tapi merendahkan mutu. Nama saya arif, jadi panggil saja arif. Bukan mas arif atau pak arif. Begitulah kurang lebihnya.

Ada apa dengan hubungan kami? aku dengan si boss? kok sampe ditulis di blog dan menjadi bahan obrolan sama temen?

Kawan, ketika kita menemukan seseorang yang walau dia berposisi boss, namun memperlakukan kita, karyawannya dengan respect, dengan rasa pertemanan yang tinggi, tentulah ia akan bermakna lain.  Setidaknya buat aku dan itulah alasan tulisan ini muncul.

Hubungan aku dengan si boss, kalau dibilang hubungan kami baik, aslinya ngga. Kalo dibilang hubungan kami buruk, jelas salah total. Hubungan karyawan dan boss dalam kantor kami adalah hubungan mutual yang saling menguntungkan satu sama lain, saling menghormati satu sama lain. Kami di kantor, memperoleh kebebasan penuh untuk menjalankan program kerja yang diinginkan. Kami berhak berpendapat, protes, usul dan bahkan tidak setuju sama pendapat si boss. Kemerdekaan berfikir dan bersikap dalam dunia kerja, terasa betul. Tak jarang diantara kami saling debat dan berbantah-bantahan.

Debat dan bantah-bantahan, walau ga selalu diperlukan, adalah metode kami untuk meng-ekspresikan diri dan menciptakan ruang-ruang baru dalam berfikir. Seringkali, perdebatan itu menghasilkan cara pandang baru dan solusi baru atas apa yang kami perdebatkan. Seringkali pula, hanya berakhir pada kebuntuan yang menjadi pekerjaan tertunda untuk hari esok.

Apa yang sebenarnya ingin aku tekankan disini?

Sebelum kupaparkan lebih jauh, ada sedikit cerita dari seorang kawan yang belum lama aku kenal.  Kawan itu juga baru resign dari kantornya, namun beda alasan denganku. Alasan yang dia punya justru bertolak belakang dengan situasi yang aku hadapi. Dia keluar karena merasa jenuh dan tidak lagi nyaman bekerja di kantornya. Boss nya dia, selalu marah-marah dan selama bekerja, hanya ingin mengarahkan karyawannya sesuai dengan kemauan dia. Ilmu pokoknya menjadi garis tegas yang ga bisa ditolak. Pokoknya begini, pokoknya begitu. Situasi yang sungguh-sungguh bisa dibayangkan betapa tidak nyamannya. Ketidaknyamanan bekerja itulah yang menjadi alasan kawan ini meninggalkan kantornya.

Kembali pada penekanan yang ingin aku tekankan, bahwa sebaiknya hubungan kerja antara boss dan karyawan tidaklah selalu harus dipandang secara hierarkis dan kaku. Bukan juga musti dipandang sebagai sebuah hubungan yang ga bisa di utak atik dan tidak memberi ruang untuk perdebatan dan perbedaan. Jika itu terjadi, maka sebenarnya kita telah terlempar jauh ke masa lalu, ke masa orba yang prinsip berfikirnya adalah dropdown dan asal bapak senang.

Jaman sekarang kawan, bekerja bagusnya dipahami sebagai sebuah kesenangan, sebuah kecintaan, bukan sebuah keterpaksaan. Kenapa demikian, karena jika kita menjalankan pekerjaan kita karena dasar yang menyenangkan, kita akan merasakan nikmat dan mampu menikmati pekerjaan kita, kita pun akan bisa jauh lebih produktif dalam bekerja.

Jika kultur terbuka tidak kita jumpai dalam kantor atau dalam ruang kerja, kenapa ngga kita ciptakan? Memulainya ga terlalu sulit kok. Berfikir positif, antusias dan punya kemauan untuk membebaskan pikiran dari belenggu dogma bahwa atasan atau pimpinan atau boss adalah satu sosok yang tidak bisa dibantah, tidak bisa disanggah. Boss itu manusia juga lho, yang juga membutuhkan umpan balik untuk menghasilkan policy yang baik. Jika karyawan hanya membeo apa kata boss, ya efeknya bisa sangat buruk. Kalo pas si boss salah  dan dia ga menyadari bahwa itu salah, ga akan ada yang berani menegor atau mengingatkan, maka sebuah kesalahan hanya akan berlanjut dengan kesalahan lain.

Uhm, bagaimana jika anda ternyata adalah seorang boss di kantor? Hahaha, anda salah masuk artikel rupanya atau hey, justru ini yang anda butuhkan? Jika anda seorang boss, mungkin anda merindukan ada salah satu karyawan anda yang tulus menulis tentang diri anda, tentang kebaikan-kebaikan anda. Anda juga mungkin mengiyakan tulisan ini, bahwa anda ingin ada seseorang dilingkungan kerja anda yang berani membantah, berani mendebat dan berani berargumentasi. Jika begitu, kita bisa diskusi lebih jauh disini.

Satu yang aku percaya, bahwa kultur kerja yang asyik itu bisa diciptakan oleh orang-orang di dalamnya. Seorang boss yang mau memberi ruang yang bebas untuk karyawan ber-ekspresi,  atau seorang karyawan yang memulai hari kerjanya dengan perasaan antusias, ceria dan menebarkan perasaan positif pada sesamanya.

Setelah paragraf diatas, aku kangen bener pada suasana tiap pagi yang aku lalui ketika bekerja,

“…..ciaooooooooooooooo semua pa kabar………………alo ratna, alo sari pa kabar………..hahaha…I miss youuuuu..”

  • Share/Bookmark
Artikel ini ditandai dengan tag Catatan Personal, personal experience

3 Komentar

Hmmm … aku pengen ciptakan nuansa kerja kek di google.com

iki jam piro to? kok aku isih online terus? mulih ahh… turu…
sori bro postingannya malah blom kbaca. lengket mataku..sesuk wae yaa…

Berkunjung dan baca infonya, mudah-mudahan bermanfaat bagi banyak orang, sukses ya.
I Like Relationship.

Tinggalkan Komentar Balasan

icon_wink.gif icon_neutral.gif icon_mad.gif icon_twisted.gif icon_smile.gif icon_eek.gif icon_sad.gif icon_rolleyes.gif icon_razz.gif icon_redface.gif icon_surprised.gif icon_mrgreen.gif icon_lol.gif icon_idea.gif icon_biggrin.gif icon_evil.gif icon_cry.gif icon_cool.gif icon_arrow.gif icon_confused.gif icon_question.gif icon_exclaim.gif