Corat Coret

Menulis dan Berkomentar Tentang Apa Saja

Jun

3

Pertanyaan-pertanyaan yang Mungkin Kita Benci

Secara tidak sadar dalam keseharian kita terkadang berhadapan berbagai macam pertanyaan yang kita benci. Pertanyaan yang kita benci itu karena menurut kita sepele dan sama sekali tidak penting untuk dipertanyakan atau hanya buang-buang waktu untuk menjawabnya. Namun mengingat tidak semua orang sepaham dan memiliki pengertian yang sama tentang makna sebuah pertanyaan, hal-hal yang kita benci itu tetap saja terjadi.

Apa saja pertanyaan-pertanyaan yang mungkin kita benci itu?

  1. Lagi Dimana?
    Kelihatannya sederhana, tapi beberapa orang membenci pertanyaan ini. Pertanyaan ini umumnya berasal dari seseorang yang tak berhadap-hadapan dengan kita yang menanyakannya melalui telepon atau SMS. Iya lah, kalo berhadap-hadapan dan masih bertanya bisa dipastikan orang yang bertanya itu sedang mengalami gangguan indra penglihatan atau ditempat lain PLN sedang sibuk memperbaiki salah satu gardunya.

    Beberapa orang membenci ini mungkin karena beberapa sebab. Dia sedang bersama selingkuhannya dan yang bertanya adalah suami atau istri sah-nya. Ia membenci pertanyaan ini karena menempatkan dirinya berada pada posisi sulit. Antara akan menjawab jujur dan dusta.

    Beberapa orang lain membenci karena pertanyaan ini dianggap terlalu jauh memasuki wilayah pribadinya. Aku dimana, sedang apa itu adalah sepenuhnya urusan pribadiku. Begitu mungkin yang ada di benaknya.

    Seseorang pernah berkeluh tentang pertanyaan model ini. Hingga, katanya, kalo ada yang tanya soal dia dimana yang menurutnya orang lain tak perlu tahu ia menjawab sekenanya.

    Lagi dipanti pijet, ditemani dua orang cewe dan keduanya ga pake baju ga pake celana. Dua botol bir ada disebelahnya. Begitulah jawabnya. Ia masih bisa terima dan memaklumi pertanyaan macam itu jika berhubungan dengan dunia kerjanya.

  2. Kerja Apa?
    Pertanyaan ini dibenci oleh orang-orang tertentu. Ada kemungkinan orang memandang bahwa pertanyaan ini bernada diskriminatif. Status orang hanya dinilai dari apa pekerjaannya. Kalangan tertentu memandang pertanyaan ini tak layak dipertanyakan karena keluar dari jalur etika.

    Dipandang dari sudut etika, menarik mungkin disimak bagaimana orang-orang bule diluar sana bertanya. Mereka tidak bertanya soal kerja apa tapi apa yang kau kerjakan untuk hidup, What do you do for life?

    Jika pertanyaan itu terdengar aneh, umumnya bisa saja disiasati dengan pertanyaan yang lebih netral. Kerja dibidang apa? Kerja dimana? Biasanya yang menjadikan pertanyaan ini tidak menarik dan mengundang perasaan tidak nyaman adalah ketika ia dipertanyakan oleh orang yang baru dikenal.

  3. Gimana Istrimu udah Berisi?
    Ini pertanyaan aneh yang acapkali ditujukan pada seorang pengantin muda dan setelah beberapa waktu pernikahannya benih yang ditanam belum juga menunjukkan tanda-tanda yang diharapkan.

    Beberapa orang yang pernah ngobrol menyatakan mereka merasa tidak nyaman dengan pertanyaan ini. Mungkin karena pertanyaan itu berhubungan erat dengan masalah “kelelakian” seseorang. Bukan rahasia lagi jika salah satu bentuk kelelakian seseorang ada yang mengukur mampu tidaknya ia menghamili pasangannya.

    Orang yang mampu bersikap rileks, dari yang pernah kudengar, mereka akan menjawab rileks juga. Masih diprogram, belum direncanakan atau liat aja nanti. Ya, pertanyaan ini akan sangat dibenci terutama yang memang mengalami “ganguan” tertentu. Pertanyaan ini sangat membebani.

  4. Kapan Nikah?
    Bagi orang-orang tertentu, jika pertanyaan ini muncul rasanya dunia pengen dilempar dan diremas saja biar hancur berserakan. Tidak adakah pertanyaan lain?

    Kebencian terhadap pertanyaan ini, terutama jika Anda berada pada suatu lingkungan yang memandang bahwa orang seumuran anda itu sudah selayaknya berkeluarga. Lebih parah, jika Anda adalah orang satu-satunya yang tersisa dalam lingkungan itu yang belum berkeluarga.

    Pertanyaan itu makin menghujam apabila katakanlah anda telah dilompati adik yang lebih dulu berkeluarga. Berat nian menghadapi pertanyaan macam ini. Ada yang ngalami? Jika ada, mending ga usah denger. Jawab aja seperti yang pernah ada di sebuah iklan. Mei…meibi yes…meibi bulan depan…meibi tahun depan…

  5. Dan Lain-lain,
    yang walau kadang pertanyaan itu nadanya biasa aja tapi ketemu momen yang ga pas. Atau, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak tepat waktu. Ah, yang kayak gini sifatnya relatif orang per orang, bukan sesuatu yang merupakan “musuh bersama” yang dimaksud tulisan ini.

Ada yang minat menambahkan?

  • Share/Bookmark
Artikel ini ditandai dengan tag Etika, Pertanyaan

2 Komentar

Salam kenal mas, saya suka tulisannya karena kebetulan topiknya sama dgn yg pernah saya tulis sekitar satu tahun lalu kecuali pada bagian menanyakan sedang berada dimana krn nga pernah ada fans saya yang nanya spt itu ha ha ha…. Boong dech, byk jg yg nanya sedang berada dimana tp biasanya saya jujur bilang saya ada dimana dan lg ngapain masalah nanti ada yg sakit hati atau bunuh diri itu bukan urusan saya karena ketika kita menanyakan sesuatu kita seharusnya siap dgn jawaban yg akan kita terima [egois ya... Egois is my middle name ha ha ha..]

Klu dirunut dari kita kecil memang kita telah berhadapan dgn pertanyaan2 nga penting. Waktu sekolah ditanya kira2 bakal dpt PTN nga? padahal nga dpt PTN pun kita tetep bs menimba ilmu. Setelah kuliah ditanya kapan wisuda, setelah wisuda kapan kerja, setelah kerja kapan punya rmh dan mobil, setelah punya rumah dan mobil kpn punya pacar setelah punya pacar kapan nikah, setelah nikah kapan punya anak, setelah punya anak kapan nambah anak, setelah anak besar kapan mantu, setelah punya mantu kapan punya cucu setelah punya cucu kapan punya cicit *pffuuhh* capek bgt ya hidup, cuma satu yg nga orang tanya ke kita yaitu “kapan kita mati?” ha ha ha

mis : aku butuh izin untuk menelphone temen untuk membicarakan hal yg penting banget misalnya, dan ga pengen mengganggu aktifitas tmn yg akan ditelphone. sah2 saja dong klo aku sms “lg dimana ?”..toh ini lebih menghargai bukan..

mungkin pertanyaan yg dibenci itu pertanyaan dr org yg sdh tau kondisi kita bagaimana demi basa/i pake nanya lagi…itu dia yg suka bikin kesel.

semua di bikin enak aja…suka, yah di jawab…ga suka, yah ga usah dijawab..atau di tinggal pergi aja…

buat aku pribadi, kurang menyukai pertanyaan2 pendapat dr org2 krisis kepedean seperti :
1. Aku keliatan gemuk banget ya ?
2. dadaku kecil banget ya ?

ah capek.

Tinggalkan Komentar Balasan

icon_wink.gif icon_neutral.gif icon_mad.gif icon_twisted.gif icon_smile.gif icon_eek.gif icon_sad.gif icon_rolleyes.gif icon_razz.gif icon_redface.gif icon_surprised.gif icon_mrgreen.gif icon_lol.gif icon_idea.gif icon_biggrin.gif icon_evil.gif icon_cry.gif icon_cool.gif icon_arrow.gif icon_confused.gif icon_question.gif icon_exclaim.gif