Berita yang mengejutkan, selalu datang tiba-tiba. Seorang kawan mengirim pesan sms singkat berisi pertanyaan, “Ga ngelayat Le?” Pertanyaan yang segera mengundang rasa ingin tauku. Tidak biasanya pertanyaan seperti ini tak berbuntut siapa yang dilayat. Dalam pikiranku, tentulah ini sosok yang sudah sangat dikenal tanpa perlu disebut namanya dan entah kenapa, aku tidak tanya balik pada pengirim sms itu, melainkan segera membuka halaman antaranews.com. Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur, meninggal dunia. Sang guru bangsa telah pergi, telah mendahului kita menghadap pada sang Kholiq. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Gus Dur meninggal di RSCM, Rabo (30/12) pukul 18.45 WIB.
Aku, seperti juga kawan yang mengirim sms itu adalah pengagum sosok presiden ke-4 RI yang penuh kharisma dan humoris ini. Aku terdiam cukup lama membaca baris demi baris, judul demi judul yang memberitakan berita duka ini. Rasa merinding menjalar keseluruh badan dan tak terasa mata sembab,basah. Pikiran berkecamuk tak keruan, Indonesia kehilangan penjaga jiwa kebhinekaannya, Guru besar pluralitas dan pengayom mereka yang tertindas.
Tak perlu kupungkiri bahwa banyak pemikiran-pemikran GusDur telah begitu banyak kuserap. Ide tentang penghormatan pada perbedaan, penghormatan antar agama, keberpihakan pada yang lemah dan masih banyak lainnya. Berbagai buku yang memuat karya tulis Gus Dur, tersimpan rapi dan secara berkala aku baca ulang. Selalu ada kekaguman yang muncul dan tak habis habisnya tiap kali usai membaca pemikiran-pemikirannya.
Gus Dur, bagiku adalah salah satu sumber inspirasi yang sangat penting dalam melihat berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini. Banyak hal-hal ruwet menjadi sederhana dan mudah dimengerti dalam bahasanya yang tak jarang mengundang senyum. Pemikirannya, jauh melampaui apa yang terbayang oleh orang-orang macam aku.
Jika di bandingkan dengan banyak tokoh-tokoh besar di negeri ini, Gus Dur adalah satu tokoh yang paling lengkap dan memiliki jangkauan wilayah intelektualitas yang sangat. Ia adalah wartawan, aktifis LSM, pemikir sosial budaya, pemikir dan pejuang keislaman, keindonesiaan sampai pada komentator sepakbola. Ia juga adalah salah satu tokoh yang memiliki dukungan yang nyata dari rakyat bawah. Tidak seperti banyak tokoh yang dekat tatkala membutuhkan suara kala pemilu, Gus Dur mengakar dengan atau tanpa mendekati pemilu.
Selain sebagai pemikir yang jenius, Gus Dur juga adalah humoris yang memiliki segudang anekdot dan guyonan-guyonan yang mampu membuat orang yang mendengarnya terpingkal-pingkal atau tersenyum kecut bagi yang kena sentilannya.
Kini, sosok mulia itu telah tiada. Ia telah kembali ke haribaan sang khalik. Selamat Jalan Gus. Doaku, doa kami, doa rakyat negeri ini akan selalu dipanjatkan untukmu.
Catatan:
- Berita meninggalnya Gus Dur, http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/12/30/19073028/Gus.Dur.Wafat
- Informasi pemikiran-pemikiran Gusdur, silakan lihat http://gusdur.net
- Keliping Pidato kepresidenan Gus Dur, http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id/speeches_clipping/idx.asp?presiden=gusdur
- Gus Dur di Tokoh indonesia.com, http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/abdurrahman-wahid/index.shtml
- Biografi online Gusdur, silakan lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid
- Beragam Blog yang memuat Berita meninggalnya Gus Dur, Blogger Menulis Gus Dur


Turut mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Putra sekaligus Pemimpin Bangsa Gus Dur. Semoga diterima di sisiNya. Amin.
Cari Uang Di Internet