Penerjemah Bahasa Indonesia-Bahasa Sunda

Salah sahiji kategori anu disiapkeun dina blog ieu téh “Manusa”. Niatna, nulis ngeunaan sipat-sipat rongkah anu kuring termui dina kahirupan sapopoé. Sipat anu rongkah éta lain ngan sipat populer melainkan leuwih dina sosok-sosok anu inspiratif. Inspiratif buat kuring, inspiratif buat masarakat séjén sacara lega.


Paragraf diatas adalah terjemahan paragraf pertama posting sebelumnya dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Sunda. Apakah aku pinter bahasa Sunda sekarang? Tidak sama sekali. Bahasa Sunda masih merupakan bahasa “asing” buatku.

Penterjemahan diatas bisa dilakukan dengan bantuan sebuah website yang fungsinya sama dengan Google Translator, hanya saja yang satu ini lebih keren karena mengerti Bahasa Sunda. Mau tau dimana? Kunjungi http://tarjamah.sabilulungan.org/.

Buatku ini menarik, walau ga ngerti juga apa artinya dalam bahasa Sunda. Sisi menariknya buatku adalah bahwa adanya semangat untuk bertindak lokal yang kuat ditengah kecamuk ide pemikiran global. Setahuku, Bahasa Sunda ini sudah jauh maju dalam pergaulan global. Selain ada WordPress versi Sunda, juga jika tidak salah inget ada IME nya juga yang mendukung aksara sunda yang pernah diulas oleh Jay. Sayangnya ketika tulisan ini dibuat web nya sedang istirahat.

Selanjutnya, ucapan selamat patut disampaikan pada sang developer, Dian Nugraha dkk. Kapan bahasa-bahasa lain menyusul?

Banyak yang tidak cermat membaca, alamat penerjemahnya disini:

Kunjungi http://tarjamah.sabilulungan.org/.

17 thoughts on “Penerjemah Bahasa Indonesia-Bahasa Sunda

  1. sanny

    ajarin bhasa sundanya dunk…aku pengen nih bljar bhsa sundanya,meskipun aku bukan orang bandung tp aku suka bgt ma bhsa sunda :lol: hehehhehehhe

  2. siti aliyah

    wiih damang loy….biasa yeuuh keur nguli
    iraha kumpul deui.
    leng nt kmma wae mani euweuh kbrn pisan hayu iraha yeuh urang kumpul deui leng….nu wae sok iraha nanti salse jeung ayu wakyu na

  3. fani

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas bahasa sunda ini..

    Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai tugas praktek bahasa sunda dengan judul “NGAMUMULE BAHASA SUNDA” di SMA Rimba Madya Khusus bahasa sunda..

    Terima kasih saya sampaikan kepada Bapak Agus Sobarnas selaku guru bahasa sunda yang telah membimbing dan memberikan pembelajaran demi lancarnya tugas ini.

    Demikianlah tugas ini saya susun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas praktek Bahasa Sunda.

    Bogor, 12 April 2010
    Penyusun

    Fani Melfiani

  4. nyke panggrahito panggrahito

    Pelabuhan Ratu adalah sebuah resor liburan yang indah, dikunjungi oleh wisatawan dari Jakarta dan Bandung. Situs ini hanya tiga jam perjalanan dari kota baik melalui desa-desa pegunungan yang sejuk dengan pemandangan indah. Pelabuhan Ratu – Cisolok merupakan hamparan 15 km dari kecantikan hati dengan bukit-bukit, pegunungan dan sangat luas di mana-mana di sekitar pantai berpasir, yang menempel di Samudra Hindia dalam biru. Tepat di sebelah membentang pantai putih, pengunjung akan menemukan hutan tropis yang tebal di bukit-bukit. Berjalan-jalan menanjak memungkinkan pengunjung untuk melihat ke bawah pada bentuk tapal kuda dari garis pantai teluk itu, sedangkan pada malam ratusan-lampu perahu nelayan yang tampaknya bersaing dengan bintang-bintang langit di atas, yang baik memikat dan romantis. Ada satu hotel bintang empat, Samudera Beach, sekitar 6 km dari Pelabuhan Ratu, tapi beberapa hotel lain yang lebih kecil dan pondok-pondok yang tersedia dengan harga moderat.

    Pada tahap ini perawan, daerah ini merupakan keindahan murni dalam suasana khas tropis dengan penduduk ramah. Karena kedekatannya dengan Jakarta, lebih banyak wisatawan mengunjungi daerah ini dari modal daripada dari Bandung. Selain itu, jalan raya dari dan ke Pelabuhan Ratu baru-baru ini sangat ditingkatkan untuk menjamin pengunjung dari sebuah perjalanan yang mulus untuk menikmati pemandangan yang bahkan lulus dengan baik. Bagus untuk rasa, berenang, mandi matahari dan berselancar.

  5. hasil terjemahan

    Lutung Kasarung dan Purbasari

    Konon, Kerajaan Pasir Batang diperintah oleh Prabu Tapa Agung, raja arif bijaksana yang memiliki tujuh orang putri. Putri tertuanya adalah Purbararang, gadis cerdas yang obsesif. Seperti semua sulung di cerita-cerita rakyat, dia adalah putri yang licik. Putri yang paling bungsu adalah Purbasari, paling cantik, lemah lembut, dan cerdas di antara semua saudaranya.

    Saat sang raja beranjak tua dan mencari penggantinya memerintah Kerajaan Pasir Batang, dia merasa bingung karena tidak memiliki putra mahkota. Akhirnya dia mengamati semua putrinya dan mencari tahu siapa di antara mereka yang paling cocok menjadi raja. Dia memilih Purbasari yang cantik jelita.

    Purbararang, tentu saja tidak terima. Dia mengatur siasat agar penunjukan itu dibatalkan. Dengan akal liciknya, dia berhasil membuat Purbasari membalur seluruh tubuhnya dengan getah beracun dan berkilah kalau itu lulur kecantikan.

    Keesokan harinya, istana geger karena kulit Purbasari dipenuhi oleh bercak-bercak hitam. Purbararang menyebarkan isu kalau penyakit kulit Purbasari merupakan tulah karena dia telah melakukan kejahatan yang serius. Dia menghasut ayahandanya untuk menyuruh Purbasari mengakui kejahatannya. Purbasari yang tidak merasa bersalah, bertahan dengan keyakinannya. Dia bingung harus mengakui apa. Akhirnya, karena sang raja arif dan bijaksana—dan termakan hasutan putri sulungnya, Purbasari dibuang ke Hutan Larangan.

    Sang Putri ditinggalkan begitu saja di hutan. Sementara itu, di khayangan, Guru Minda—mungkin semacam dewa, aku lupa cerita persisnya—memimpikan seorang gadis cantik jelita yang dibuang di hutan. Saat dia menanyakan tamzil mimpi ini kepada ibundanya, dia berkata kalau gadis itu memang berada di Hutan Larangan, sendirian, dan perlu diselamatkan. Tak lupa Ambu memberitahunya kalau si putri jelita adalah calon istrinya.

    Dengan petunjuk Ambunya, Guru Minda turun ke bumi sebagai seekor Lutung – monyet hitam. Awalnya dia membuat Purbasari takut, namun akhirnya mereka bersahabat. Lutung itu mendirikan pondok yang nyaman untuk ditinggali, dan menyuruh Purbasari mandi sebuah telaga. Setelah mandi, si putri menjadi cantik kembali. Tetapi dia tidak berani pulang ke istana, karena sudah diusir. Akhirnya dia tinggal dengan Lutung di hutan.

    Sementara itu di istana, suami Purbararang, RADEN INDRAJAYA yang gagah perkasa nan ganteng rupawan dan sudah menjadi raja sementara karena raja arif bijaksana sudah mangkat, ingin makan hati lutung. Jadi diutuslah Aki Panyumpit ke hutan untuk menyumpit lutung dan membelah hatinya. Hukuman mati jika dia tidak berhasil membawa hati lutung. Malang bagi Aki, hari itu tak satu pun Lutung yang menampakkan diri. Dia terus berjalan masuk ke jantung hutan dan menangkap sekelebat bayangan hitam. Aki Panyumpit gembira. Dia mulai menyiapkan sumpit dan peluru beracunnya untuk menembak lutung, tetapi monyet itu begitu lincah.

    Aki Panyumpit terus terbawa ke hutan hingga menemukan sebuah pondok. Lutung itu masuk ke dalam pondok tersebut. Aki mengikutinya, dan betapa terkejutnya ia saat mendapati Putri Purbasari berada di dalam, melindungi sang lutung.

    Aki Panyumpit kembali dengan hati binatang lain dan berpura-pura kalau itu lutung. Raden Indrajaya dan Purbararang percaya saja pada bualannya. Dia bercerita pada istrinya, Nini Panyumpit kalau dia bertemu Purbasari di hutan, tampak lebih cantik dari biasanya. Emang dasar nenek-nenek tukang gosip, kabar itu menyebar sore itu juga, hingga Purbararang murka. Dia menantang Purbasari dalam berbagai kompetisi. Pokoknya, dia ingin melenyapkan adik bungsunya itu selamanya.

    Purbasari kaget saat ada pengawal kerajaan mendatangi pondoknya dan menyampaikan undangan dari Purbararang untuk datang ke istana. Didampingi lutung kesayangannya, dia bertolak ke istana dan mendapati kakaknya menantangnya.

    “Kita akan lihat, siapa yang paling cantik. Hahahaha.” Derai tawanya membuat telinga semua orang sakit. Dia memanggil semua rakyatnya untuk datang dalam kompetisi ini. Caranya, rakyatnya akan bertepuk tangan meriah pada kontestan yang paling cantik.

    “Apakah Purbasari cantiik?” sontak rakyat bertepuk tangan sekencang-kencangnya. “Sekarang giliranku. Apakah aku cantiiik?” Hening. Hanya satu orang yang bertepuk tangan penuh semangat, Raden Indrajaya. Purbasari merengut, tapi tidak kehilangan akal.

    “Kalau begitu, kita lihat, rambut siapa yang paling panjang dan paling indah.” Purbararang mendapatkan kembali tawa khasnya yang membuat sakit telinga itu. “Ayo buka kondemu!” perintahnya pada Purbasari seraya membuka kondenya.

    Terurailah rambut keduanya. Hitam legam berkilau. Cantik. Rambut Purbararang terurai hingga betis. Tapi oh, rambut Purbasari malah menyapu tanah! Purbararang kembali memberengut. Otaknya yang kreatif itu selalu menemukan hal baru.

    “Kalau begitu, ini yang terakhir. Kalau Purbasari menang lagi, aku akan membiarkan dia memerintah kerajaan Pasir Batang ini. Yang kalah, harus pergi ke Hutan Larangan,” ujarnya licik. “Aku ingin, kalian menilai, siapa pasangan kami yang paling gagah dan paling cocok menjadi raja!”
    “Seperti kalian sudah tahu, lelaki ganteng di sebelahku ini, yang paling menawan, paling memesona, paling pintar, walau perutnya sedikit buncit,” kata Purbararang sambil mencubit sedikit perut suaminya. “Adalah Raden Indrajaya. Dia pangeran dari kerajaan sebelah, pintar bermain pedang. Dia adalah pasanganku.” Umumnya. Rakyat bersorak sorai.

    “Nah, Purbasari, siapa pasanganmu?” Tanya Purbararang dengan senyum dibuat-buat.

    Purbasari panik. Dia tidak punya pasangan kecuali lutung yang setia menemaninya. Dengan putus asa, dia menarik lengan si monyet dan mengumumkan kalau lutung jantan itu adalah pasangannya. Seketika, istana dipenuhi tawa. Purbararang dan Indrajaya bahkan sampai berurai air mata.

    “Jadi sudah jelas kan, Indrajaya pemenangnya!”

    Namun sesuatu terjadi. Tiba-tiba flop. Lutung itu berubah menjadi pria gagah ramping six pack yang ganteng tiada tara. Bahkan Raden Indrajaya yang tampan itu pun harus mengakui kalau lawannya jauh lebih cakap.

    Akhirnya mereka menyerah, dan melipir ke hutan larangan.

    Nah, gara-gara cerita Lutung Kasarung yang ada dalam kurikulum pelajaran Basa Sunda kelas empat itu, Raden sering diolok-olok teman-temannya. Sudah cukup dengan embel-embel Raden, tidak perlu menambahkannya menjadi Indrajaya. Saat dia mengonfirmasi cerita ini ke orang tuanya, dengan malu bapaknya berkata, kalau dia tertukar antara Guru Minda dan Indrajaya. Dia menganggap kalau Indrajaya adalah pangeran yang berasal dari kahyangan, bukan sebaliknya, si tokoh antagonis. Tetapi, dengan cerdas si bapak berkilah kalau Indrajaya ada arti yang lain. Aku tidak sempat menanyakannya, karena obrolan kami tentang latar belakang namanya itu keburu terputus. Aku lupa kenapa.

  6. yusiana

    Pada jaman dahulu, tersebutlah seekor ayam yang bersahabat dengan seekor kera. Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama, karena kelakuan si kera. Pada suatu petang Si Kera mengajak si ayam untuk berjalan-jalan. Ketika hari sudah petang si Kera mulai merasa lapar. Kemudian ia menangkap si Ayam dan mulai mencabuti bulunya. Si Ayam meronta-ronta dengan sekuat tenaga. Akhirnya, ia dapat meloloskan diri.

    Ia lari sekuat tenaga. Untunglah tidak jauh dari tempat itu adalah tempat kediaman si Kepiting. Si Kepiting adalah teman sejati darinya. Dengan tergopoh-gopoh ia masuk ke dalam lubang kediaman si Kepiting. Disana ia disambut dengan gembira. Lalu Si Ayam menceritakan semua kejadian yang dialaminya, termasuk penghianatan si Kera.

    Mendengar hal itu akhirnya si Kepiting tidak bisa menerima perlakuan si Kera. Ia berkata, “marilah kita beri pelajaran kera yang tahu arti persahabatan itu.” Lalu ia menyusun siasat untuk memperdayai si Kera. Mereka akhirnya bersepakat akan mengundang si Kera untuk pergi berlayar ke pulau seberang yang penuh dengan buah-buahan. Tetapi perahu yang akan mereka pakai adalah perahu buatan sendiri dari tanah liat.

    Kemudian si Ayam mengundang si Kera untuk berlayar ke pulau seberang. Dengan rakusnya si Kera segera menyetujui ajakan itu. Beberapa hari berselang, mulailah perjalanan mereka. Ketika perahu sampai ditengah laut, mereka lalu berpantun. Si Ayam berkokok “Aku lubangi ho!!!” Si Kepiting menjawab “Tunggu sampai dalam sekali!!”

    Setiap kali berkata begitu maka si ayam mencotok-cotok perahu itu. Akhirnya perahu mereka itu pun bocor dan tenggelam. Si Kepiting dengan tangkasnya menyelam ke dasar laut. Si Ayam dengan mudahnya terbang ke darat. Tinggallah Si Kera yang meronta-ronta minta tolong. Karena tidak bisa berenang akhirnya ia pun mati tenggelam.

  7. ian

    lestarikeun budaya basa daerah sorangan……..
    mudah2 tiasa jadi basa nu pling di pika reseup….

Comments are closed.