Terduduk aku disini, di sebuah bangku tua terminal kecil ini. Sebatang gudang garam menyala, menemani kesendirianku disini. Mataku menerawang, sebuah pintu dan beberapa manusia.
Seorang lelaki tua, keluar dari pintu itu..snyumnya merekah. Terlihat kebahagiaan diparasnya. Sambil menyisir rambut dengan jemarinya, ia berlalu.
Seorang lelaki lain, dengan muka kusam, penuh kelelahan masuk. Sedikit bersungut-sungut ia ketika masuk tadi. Lelaki sebelumnya terlalu lama mungkin. Sepuluh menit berlalu, lelaki itu keluar, kali ini Ia pun tersenyum. Bahagia betul rasanya.
Selang berganti, seorang ibu muda yang hamil tua masuk. Ia pun terlihat tergesa-gesa. Seperti menahan sesuatu.
Dari jauh, terlihat seorang lelaki muda datang setengah berlari..tergopoh-gopoh ia menuju pintu itu.
Ia menggedor-gedor pintu karena sebelumnya ada sesorang yang lebih dulu masuk. Ia berteriak-teriak seperti gila.
“Oiii buruann….” Ia berteriak, seolah itu dihutan.
Dari dalam, ibu-ibu muda yang hamil tua tadi keluar. Sedikit bersungut-sungut tapi cerah parasnya. Dan tanpa menunggu lebih lama…lelaki muda itu pun masuk…
Tanpa memperhatikan apakah lelaki muda itu akan keluar dengan senyum, kualihkan pandangan ke arah lain.
Di satu sudut ruangan itu, terlihat sebuah papan pengumuman usang. Begini bunyinya,
WC UMUM: Buang air Rp. 500 , Mandi Rp. 1000 Tidak Terima Bon Atau Gadai Barang
Arsip Coratcoret 7 September 2003
Artikel ini ditandai dengan tag Arsip, Corat Coret

Sedang mencari peluang bisnis baru ya?