Aku menulis ini, disebuah ruang kantor Baliorange. Tak jauh dari tempat aku duduk, sebuah televisi sedang berisik. Anjasmara, tengah berada di tengah tengah “pertempuaran” dua perempuan yang saling mencerca satu sama lain. Seorang perempuan tua yang rupanya adalah tante dari kedua perempuan itu tengah berusaha melerai. Berulangkali, bunyi beep yang artinya menyensor ucapan sumpah serapah kedua orang itu berbunyi.
O my God! Acara apa ini? Kenapa ketololan dan kebodohan macam ini dijadikan obyek tontonan? Di jam sore pula, kala anak-anak memiliki peluang besar untuk menontonnya?!!
Continue reading


Delapan gol yang terjadi dalam partai leg kedua Liga Champion antara Chelsea dan Liverpool di Stamford Bridge pagi hari ini (15/04) sudah cukup bicara bagaimana kualitas dan serunya pertandingan antara kedua tim. Saling serang, saling balas dan saling langgar satu sama lain. Hasilnya, Liverpool terlempar dari persaingan Liga Champion dengan Total Aggregate 7-5 untuk Chelsea.

Dua kemenangan beruntun Liverpool atas lawan-lawannya, rupanya tidak merubah cara pandang media yang cenderung meremehkan Liverpool. Dua kemenangan beruntut itu pun bukan terhadap tim-tim kelas medioker, justru sebaliknya tim elit Eropa dan Inggris.