Ini adalah sebuah Cinta dan sebuah Cermin

Hai Nona,..kutuliskan ini bukan maksudku untuk bermain kata-kata indah. Bukan juga bahasa-bahasa rayuan. Ini adalah sebuah ekspresi. Ekspresi perselingkuhan hati dengan akalku. Ekspresi kerinduan akan klimaksnya rasa emosionalku. Ekspresi kebingungan yang belum juga menemukan terminal akhirnya. Ini adalah sebuah Cinta dan sebuah Cermin.

Continue reading

Tirtonadi: Sebuah Momen Religius

Perjalanan dari kota ke kota, singgah dari terminal ke terminal, itu biasa buat aku. Terlalu sering, dan selalu merangsang hasrat untuk mengulang. Gairah binal, selalu muncul untuk menghadapi hal hal baru dalam setiap tempat itu. banyak hal menarik untuk dikenang, untuk dijadikan pelajaran. Momen sentimentil tak jarang muncul didalamnya.

Demikian pula yang terjadi di Tirtonadi, Solo, dua hari menjelang bulan puasa lalu. Ketika itu, aku baru pulang dari Jogjakarta untuk sebuah pencarian yang belum usai sampai kini, dan terdampar di Terminal Tirtonadi. Saat itu, perasaan sedang kacau-kacaunya, gelisah, suntuk, emosional, dingin dan tertekan. Semua jadi satu.
Continue reading

Dongeng Kampungan: Jupri, Bukan Jepri

Orang kampung, memang kampungan. Dari dulu memang begitu. Terutama jika orang kota yang mengatakannya, bisa dibilang 100% sah. Tentu saja sah, karena setiap orang punya hak menilai orang lain.

Cap kampungan, bisa datang dari banyak sisi. Yang sering terdengar, pertama kali mungkin dari nama, lalu gaya dia bicara, kemudian pembawaan, kemampuan berkomunikasi dan bersambung kemana-mana. Pokoknya banyak.
Continue reading

Manohara, Prita Mulyasari dan Ruang Pengap Ekspresi

Entah mengapa setiap berita di media masa tentang sebuah peristiwa penting selalu ditimpa dengan pemberitaan lain yang kemudian menggeser atau menenggelamkan berita sebelumnya. Masyarakat sebagai konsumen berita hanya bisa menerima apa adanya tanpa bisa komplain. Terkecuali konsumen berita dunia maya yang lebih memiliki keleluasaan untuk membuat wacana tandingan. Ingatan pun menjadi serba terbatas dan penyakit mudah lupa pada peristiwa sebelumnya, yang bisa jadi jauh lebih penting, yang justru datang menghinggapi.
Continue reading

Kembali ke masa lalu terus, kapan lompat kedepan?

Seorang kawan pernah berkomentar tentang sebuah metode mempengaruhi atau menyadarkankan seseorang, bahwa yang terbaik adalah dengan membawanya ke suatu masa atau gambaran situasi yang sepenuhnya berbeda dengan apa yang seseorang sebagai target itu biasa hadapi sehari hari. Situasi itu sebaiknya menarik, asing dan belum pernah dialami sebelumnya. Kata kawan itu, imajinasi tentang situasi baru tersebut dapat membuka mata hati mereka yang menyimaknya.
Continue reading

Pertanyaan-pertanyaan yang Mungkin Kita Benci

Secara tidak sadar dalam keseharian kita terkadang berhadapan berbagai macam pertanyaan yang kita benci. Pertanyaan yang kita benci itu karena menurut kita sepele dan sama sekali tidak penting untuk dipertanyakan atau hanya buang-buang waktu untuk menjawabnya. Namun mengingat tidak semua orang sepaham dan memiliki pengertian yang sama tentang makna sebuah pertanyaan, hal-hal yang kita benci itu tetap saja terjadi.

Apa saja pertanyaan-pertanyaan yang mungkin kita benci itu?
Continue reading