Corat Coret

Menulis dan Berkomentar Tentang Apa Saja

May

19

Nilai Sukses

Malam belum beranjak jauh ketika itu, disalah satu sudut kota Semarang. Tak jauh beda dengan banyak kota lain di negeri ini, pada malam hari banyak ditemui kehidupan malam yang khas. Ups, jangan salah dulu. Bukan kehidupan malam yang glamour atau apalah namanya yang ingin kukemukakan disini. Jauh dari itu. Satu sisi lain kehidupan yang tak kalah menarik tuk disimak.

Bersama dua orang sobat, Hydro_Zerg si Mahisa dan Edelweis si Mbakyu di warung makan ayam goreng sayangan milik sobat lama. Yang bekerja disana pun, sobat lama. Disana, makanannya enak, murah meriah, terlebih dengan embel embel harga “persobatan”.

Melangkah kesana, belum lagi duduk, sebuah sapaan hangat menghampiriku,

“Ini..yang dulu di Padang thoo?”

Ah, ia belum lupa. Obrolan singkat mengawali pertemuan kembali itu sebelum akhirnya terhidang apa yang kami cari, nasi hangat dan ayam goreng dengan bumbu sambelnya yang khas. aku menikmatinya dengan lahap, dua sobat lain agak malu malu. Nambah nasi disana pun, habis olehku. Maklumlah, hari itu aku khususkan tuk makan
malam bersama mereka, jadi siangnya puasa total. Demi mBakyu Edelweis yang imut.

Lalu, apa menariknya tiga orang yang makan, satu kelaparan dan dua lainnya malu malu? Tidak ada. Semua biasa saja. Setiap orang bisa melakukannya. Yang membedakan, sebuah makna yang kemudian terungkap belakangan.

Diakhir makan malam itu, kami ngobrol. Bukan lagi bertiga, melainkan berempat. Satu orang lainnya, sobat lama yang masih disana. Satu satunya yang masih disana. Setelah mengenalkan dua sobat yang bersamaku, kami terlibat perbincangan ringan yang dalam. Yah, mendalam setelah kupahami beberapa saat kemudian dalam perjalanan menuju terminal Terboyo, bersama Mahisa.

“Piye kabare arek arek kang?” Aku bertanya, membuka perbincangan itu.

Tanpa perlu di ulang, cerita panjang segera saja mengalir. (dlm Bhs Jawa)

“Wah, dah pada mencar sekarang Mas. Banyak yang sukses. Tinggal aku aja yang masih gini gini aja,”Ia mulai bertutur.

“si agus, yang dulu tukang masaknya Padang (RM padang jaya – Bubaan), sekarang dah sukses buka sendiri di Pati. LUmayan, Warungnya rame terus. si A (sorry /me lupa nama yg disebutnya), sekarang juga sukses buka mi ayam di mataram (sebuah kawasan di smg, bukan mataram lombok). Si B, juga sukses jadi juragan buah di Kudus. Banyak yang dah sukses. Aku aja ni yang belum…”

Aslinya, lebih panjang dari itu. Namun, yang menarik dari perbincangan itu adalah pendalaman dan penekanannya terhadap makna sukses. Sobat satu ini, menyebut mereka, kawan kawan lama yang sukses itu, hanya ia yang mampu mendirikan satu usaha dan mempertahannkannya.
Hanya mereka yang mempu menciptakan sesuatu, walaupun bukan baru, dan mengelolanya dengan
upaya sendiri, sebagai sosok sukses. Mereka yang masih “kuli” belomlah bisa dibilang sukses.

Dalam perjalanan menuju terboyo, setelah sebelumnya nganter mbakyu pulang, aku merenunghi kalimat kalimat itu. Arti nilai sukses. Kepada Mahisa, kulontar kan obrolan,

“Hes, inget tadi gak. Masih kerja ma orang tu blom sukses. Buka sendiri, usaha sendiri dan mampu mempertahankannya, tu baru sukses. Klo ngelamar kerja, ah..belom berarti sukses. Hanya “sukses” melamar dan meniti karir.”

Mahisa hanya tersenyum. Perjalanan terus berlanjut sampai ke rumah keduaku, Terboyo, yang tampak lebih kusam. Disana, sempet aku mikir. Klo misalnya smua orang ingin sukses seperti itu, menciptakan system sendiri, and nantinya ga ada yang mau kerja ma orang lain, apa pula jadinya.

Ah, pikiranku melayang layang…setidaknya..ada sesuatu yg bisa di petik. Menciptakan sesuatu yang baru, sebuah system, pasti menarik. I will..


Arsip Lama – Di Publish Ulang untuk kepentingan dokumentasi. Pernah dipublish di http://ircsmg.blogspot.com/ dan http://indonesia.nu – web community User Austnet #indonesia yang sekarang sudah tidak eksis lagi

Artikel ini ditandai dengan tag Arsip, Terboyo

Tinggalkan Komentar Balasan

icon_wink.gif icon_neutral.gif icon_mad.gif icon_twisted.gif icon_smile.gif icon_eek.gif icon_sad.gif icon_rolleyes.gif icon_razz.gif icon_redface.gif icon_surprised.gif icon_mrgreen.gif icon_lol.gif icon_idea.gif icon_biggrin.gif icon_evil.gif icon_cry.gif icon_cool.gif icon_arrow.gif icon_confused.gif icon_question.gif icon_exclaim.gif