Ada sesuatu yang membuat aku iri ketika menyimak prosesi pelantikan Barack Husein Obama sebagai presiden Amerika ke-44. Iri, bukan karena mendambakan hadir langsung disana, atau berharap hadir disana.
Sebenarnya, cuma satu hal yang membuat aku iri yakni mereka melepas kepergian mantan presidennya George W. Bush dengan hormat. Dan, Bush sendiri -mungkin karena kekuatan tradisi mereka- hadir dalam pelantikan Obama yang notabene adalah kandidat yang berasal dari partai lawannya. Sikap gentle dan saling menghormati atar pemimpin negara terasa betul sangat kuat.
Hal itu, nyaris mustahil kita temui di Negara kita Indonesia. Jangankan menghadiri upacara pelantikan atau menghadiri upacara kenegaraan yang kita punya, menyatakan atau menyambut kemenangan lawan politiknya dan mengakui kekalahan politiknya pun mereka yang mengaku negarawan itu enggan, apalagi mendukung perubahan dan ide perubahan baru. Malu mungkin kalo mengaku kalah atau meminta rakyat pendukungnya untuk mendukung kepemimpinan baru.
Perlukah Indonesia perlu berumur ratusan tahun dulu untuk mencapai tahap yang terhormat itu? Atau kita memang telah kehabisan stok sikap dan sifat kenegerawanan? Atau apa sifat kenegarawanan dan respect itu sesuatu yang sulit di laksanakan? Atau kita tidak punya kultur untuk menumbuhkan sikap respect itu?
Pertanyaan-pertanyaan ini sungguh merisaukan dan aku belum tahu bagaimana menjawabnya.
Artikel ini ditandai dengan tag Inauguration Day, Indonesia, Obama, Politik

SELAMAT BARACK HUSSEIN OBAMA!!
Rangkaian kalimat dengan kata-kata indah bergaya ku tuliskan kepadamu. Taburan ratna mutu belaian cinta ku ucapkan kepadamu, sebagai pernyataan selamatku atas kemenanganmu, presiden amerika ke-44, Barack Obama.
Suatu pernyataan “selamat” sebenarnya lebih pantas diucapkan dengan mulut disertai jabatan tangan : tapi karena waktu itu aku ketinggalan antri, maka pernyataan itu baru kini dapat kusampaikan melalui blog ini.
Banyaklah sudah aku mengenal pemimpin Amerika yang ulung; namun rasa kagumku hanya terpancang kepadamu. Bukan karena latar belakang historimu, pernah tinggal di Indonesia atau kau dari golongan minoritas Amerika. Bagiku visi-misi kampanyemu, membayangkan suatu lambaian kasih, mendamaikan dunia. Kau tawarkan new leadership of America, seolah aku terbang di pesawangan.
Dalam meghadapi masalah terorisme, perdamaian di Timur Tengah, Hambatan ekonomi global, dan serangan-serangan datang lainnya, kau hadapi dengan tenang tanpa meninggalkan adat budaya Amerika, walaupun dalam hati tak sepenuhnya aku percaya kepadamu, sebelum aku menerima apa yang ku harap.
Pesanku “Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah.” inilah harapanku kepadamu.
Sekali lagi kuucapkan “Selamat buat presiden baru, Barack Hussein Obama”
“Selamat Bary!!” “Good Luck!!”
sumber:www.asyiknyaduniakita.blogspot.com