Mencoba Nasi Tempong Indra

Tentang makanan, tak pelak nasi tempong merupakan salah satu favoritku. Biasanya, terdiri dari sayuran segar, ikan goreng, tahu, tempe dan sambel yang sangat pedas. Harga nasi tempong biasanya relatif murah dan sangat terjangkau yang mungkin karena murahnya, pedagang seringkali menggandengkannya dengan lauk lain misalnya ikan goreng, lele, ayam atau bebek goreng.

Dua hari lalu, Rabu (13/3), sepulang dari bukit dan hujan-hujanan, aku bersama seorang teman menyempatkan mencoba warung nasi tempong yang sebelumnya belum pernah kusambangi. Ya, kami mampir ke warung Nasi Tempong Indra yang terletak disebuah ruko di jalan Imam Bonjol dekat persimpangan Teuku Umar barat.

Kesannya?

Enak, sambelnya lumayan pedas walau sayang seporsinya kurang untuk ukuran selera pedasku. Sayurnya sayur bayam saja yang direbus tanpa bumbu, sepotong tahu, tempe dan ikan peda. Ditambah pete dan ayam goreng plus nasi yang masih hangat Nasi tempong Indra ini terasa nikmat.

Nasi Tempong Indra - Tampak Depan


Menu yang terhidang di Warung Nasi Tempong Indra


Sayangnya, ada kejadian yang tidak menyenangkan sebelum kenikmatan itu kurasakan. Diantara pelayan yang bertugas ketika kami disana, sepertinya tidak ada koordinasi, sehingga kami harus menunggu hampir 20 menit sebelum hidangan itu siap. Bener 20 menit? Ya, karena ketika itu aku sempat memotret dan terdapat catatan waktu pada setiap fotonya.

Ketika kami disana, jam 17:46 sambel beserta minuman yang kami pesan segera diantar. Wah, cepat betul kupikir. Tapi lama kemudian, sampai sekitar 18.02 tak ada tanda-tanda pesanan kami datang padahal dibagian depan, tempat makanan dipersiapkan terlihat tak ada aktifitas yang berarti. Pelayannya hanya ngobrol satu sama lain. Sampai kemudian kami tanya, barulah mereka menyadari ada yang harus dikerjakan. Ajaib, tak sampai 5 menit kemudian pesanan kami siap dihidangkan.

Jadi, kelalaian mereka menyebabkan aku merasa ga nyaman, walau kemudian karena perut lapar kami abaikan saja kejadian itu, hanya untuk dicatat bahwa ini terjadi pada kali pertama kami datang. Ya, mereka kehilangan calon pelanggan setia.

Secara umum, aku menilai nasi tempong Indra ini layak direkomendasikan, tapi kalau ingat kejadian itu, ya atau entah karena apesku saja, tetap itu menyebalkan. Warungnya relatif bersih, di dinding-dinding warung itu terdapat banyak foto selebritas yang pernah singgah. Jadi, buat penggemar Saiful Jamil misalnya, sambil makan anda bisa sambil melirik wajah si artis. Silakan mencoba. Enak kok.

5 thoughts on “Mencoba Nasi Tempong Indra

  1. Ajeng Lembayung

    Yang waktu itu aku makan sama kamu itu di mana ya? Cuma nasi pecel biasa kan ya? Tapi pedes banget sambelnya. :|

Comments are closed.