Lepas tengah malam tadi dengan seorang kawan berlangsung sebuah obrolan singkat dan padat tentang kesadaran bersama untuk lebih fokus dalam bekerja dan berusaha. Secara umum, ini berarti fokus pada apa yang sedang kita usahakan, terlepas dari bentuk apakah kerja atau yang lain. Ada dua hal pokok yang menjadi bahan pembicaraan tadi, yakni kesadaran berdua bahwa kami terlalu menikmati kepuasan ego pribadi sehingga mengakibatkan hal kedua yakni tidak fokus pada apa yang sedang dikerjakan, dalam hal ini bekerja dan berusaha.
Asal muasal obrolan tadi, berawal dari keterkejutan melihat kemajuan dan pencapaian seorang kawan lain yang adalam obrolan ini menjadi pihak ketiga. Satu hari, kawan tadi dikunjungi seorang kawan itu yang dari sisi penampilan menunjukan sebuah kelas yang berbeda jauh dari sebelumnya. Kawan yang berkunjung ini dari yang terlihat secara mata kasat -dan juga informasi lain sebelumnya-, jauh lebih mapan dan menunjukkan sebuah hasil yang maksimal dari usahanya. Bidang usaha yang digeluti kedua kawan ini sama, maaf tak perlu disebutkan.
Dari situlah kemudian kegelisahan kawan ngobrol ini muncul. Memulai sama, pencapaian berbeda. Lalu dimana salahnya? Mulailah dia introspkeksi kedalam dan menganalisa keunggulan kawan yang mengunjungi tadi. Si kawan yang berkunjung, dilihatnya sangat fokus pada usaha yang digeluti dan tidak banyak beraktifitas luaran (baca: sosial). Selain itu, ia juga menerapkan sistem kerja yang ketat dan rapi.
Sebaliknya kawan ngobrol ini memiliki segudang aktifitas sosial yang memang itu kepedualiannya dari dulu dan aktifitas kantor yang cenderung lebih fleksibel. Dari sana kemudian kawan ngobrol ini merasa bahwa Ia kurang fokus. Penjelasan tentang maksud kurang fokus disini pun kurasa bias, karena dalam pandanganku dia hanya kurang tough pada dirinya sendiri. Aktifitas sosial dan hobi lain yang menyenangkan bukanlah sebuah alasan untuk menilai diri tidak fokus. Bahkan, jika dipositifkan keduanya akan berjalan seiring dan saling melengkapi.
Kusampaikan ke kawan tadi, si A (kawan yang berkunjung) memang menang saat ini untuk masalah materi hasil dari usahanya. Tapi dia berjalan sendiri. Tidak ada dan tidak memiliki basis masa sosial yang harus diakui adalah parameter penting menjalankan usaha. Sebaliknya dirimu, untuk saat ini menang sebagai manusia sosial. Kepedualianmu pada masalah sosial dan komunitas akan memberi penilaian yang berbeda dan cenderung akan lebih dihargai orang lain. Jika jeli, kau bisa memenangkan keduanya hanya saja kita perlu lebih fokus mencapai target yang kita inginkan.
Lalu sampailah pada obrolan yang lebih detail tentang bagaimana fokus pada waktu, peran dan tanggung jawab serta mendistribusikan beban kerja. Dia punya banyak crew, kenapa dia masih mengerjakan hal-hal teknis yang sebenarnya bisa dilimpahkan pada crew-nya? Bukankah lebih baik waktunya dipakai untuk hunting klien baru dan menemukan solusi-solusi baru menyikapi peluang usahanya?
Dari sana kemudian pembicaraan berputar ke arah masing-masing dari kami yang intinya sama-sama menyadari bahwa selama ini terlalu asyik memuaskan ego pribadi dan kurang fokus pada target yang ingin diraih. Sebuah kesadaran yang datang agak terlambat, namun cukup membahagiakan karena ada teman berbagi dan saling memotivasi.
Artikel ini ditandai dengan tag Bekerja, Berusaha, Fokus

mau tahu rahasia biar lebih fokus bekerja…….ikuti saran pak joko susilo waksss….mau tahu..mau..mau..mau3x..jojing..jojing..jojing3x
http://www.bisnismurah.com