Beberapa hari lalu, Gentry F Amalo menginformasikan sebuah kabar yang menarik (buatku), yakni akan diadakan diskusi dalam rangka memperingati 1000 hari menginggalnya Pramoedya Ananta Toer pada kamis 12 Februari 2009 di Warung kopi Renon. Menurutku ini menarik walau ga tepat, karena pada tanggal itu sebenernya adalah hari ke 1019 meninggalnya Pramoedya. Pram, begitu singkatnya, meninggal pada Minggu 30 April 2006 dalam usia 81 tahun di RS St Carolus.
Nah, kata sumber berita, klo ga salah inget, diskusinya akan menyerempet kearah “kesetaraan gender“. Lho? Entahlah, mungkin aku yang lupa atau ga memperhatikan detail penjelasannya, begitulah lebih kurangnya.
Mungkin akan ada pertanyaan lanjutan, apa hubungannya Pram dengan jender? Hey jangan salah. Banyak karya tulis Pram keberpihakannya pada perempuan teramat sangat kuat. Jadi, nilai-nilai dan butir butir pemikirannya dirasa akan sangat mungkin dijadikan media untuk merefleksikan masalah jender ini. Terlebih, tahun ini tahun pemilu, dengan penekanan khusus yakni 30 calegnya persennya adalah perempuan. Nilai-nilai yang patut dan mungkin akan berkembang dan dikembangkan adalah, apa itu menjawab kebutuhan real? Apa itu bukan hanya pemanis saja? Apa itu yang diperlukan perempuan Indonesia sekarang?
Lebih lanjut? Setelah tanggal 12 yah. Oya, Tetep semangat untuk peserta kontes SEO Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009!

