Category Archives: Catatan Lain

Beragam Catatan di macam macam bidang

Mencoba Nasi Tempong Indra

Tentang makanan, tak pelak nasi tempong merupakan salah satu favoritku. Biasanya, terdiri dari sayuran segar, ikan goreng, tahu, tempe dan sambel yang sangat pedas. Harga nasi tempong biasanya relatif murah dan sangat terjangkau yang mungkin karena murahnya, pedagang seringkali menggandengkannya dengan lauk lain misalnya ikan goreng, lele, ayam atau bebek goreng.

Dua hari lalu, Rabu (13/3), sepulang dari bukit dan hujan-hujanan, aku bersama seorang teman menyempatkan mencoba warung nasi tempong yang sebelumnya belum pernah kusambangi. Ya, kami mampir ke warung Nasi Tempong Indra yang terletak disebuah ruko di jalan Imam Bonjol dekat persimpangan Teuku Umar barat.

Kesannya?
Continue reading

Jalanan di Denpasar, Waktu Hujan Sore Sore

Sebagian judul tulisan ini diatas diambil dari lagu cantik asal Maluku, Waktu Hujan Sore Sore.

Lengkap lagunya begini,

“Waktu hujan sore-sore kilat sambar pohon kenari
E jojaro deng mongare mari dansa dan menari
Pukul tifa toto buang kata balimbing di kereta
Nona dansa dengan tuan jangan sindir nama beta
E menari sambil goyang badanee
Menari lombo pegang lenso manisee
Rasa ramai jangan pulang duluee”

Sebuah lagu yang indah dan darisana dapat dibayangkan bahwa waktu hujan sore-sore di Maluku, orang-orang menyambutnya dengan suka ria. Menari lombo..sambil goyang badan.

Bagaimana dengan di Denpasar, tepatnya di jalanan di pulau indah ini?

Semrawut dan macet!
Continue reading

Warung tenda yang “ditutup”

Sepanjang malam ini Denpasar hujan. Hujannya tidak begitu deras, tapi awet dan sepertinya merata. Akibatnya hawa dingin terasa menusuk dan perut yang belum terisi makin berontak karena mungkin membutuhkan tambahan energi untuk melawan hawa dingin ini.

Sementara pikiranku pun telah melanglang ke buana imajinasi warung mana yang akan kutuju begitu hujan reda. Pilihan pertama, warung nasi tempong langganan karena kupikir dingin-dingin begini enak makan yang anget-anget plus pedes. Terlebih lagi, telah cukup lama tidak kesana, karena tiap bolak balik kesana, selalu tutup. Malam ini aku berharap banget mereka buka.

Continue reading

Menghadapi Suami Tertekan Menurut Alissa Wahid

Banyak mungkin diantara kita tak menyadari bahwa info yang baik-baik itu banyak beredar di dunia maya, tidak melulu tentang Video Itu! Bersyukurlah kita, masih banyak orang yang memiliki kompetensi yang baik dan membagi ilmunya melalui jejaring sosial, salah satunya Twitter. Dalam kapasitas 140 karakter, dengan sendirinya info yang disebar sangat ringkas, tapi disitulah intinya. Tak perlu basa basi ngolah kata bersayap.

Salah satu yang beberapa hari ini kusimak adalah kuliah twitter (kultwit, singkatnya), yang sampaikan oleh Alissa Wahid. Topiknya sederhana, tentang #suamitertekan (Baca: Suami Tertekan alias Suami yang sedang dalam tekanan). Oya, untuk yang belum tau, Alissa Wahid adalah salah satu putri Almarhum Kyai Wahid, aka GusDur. Ibarat pepatah, buah ga jatuh jauh dari pohonnya, gaya bahasa Alissa ini pun sederhana. Jadi ga perlu mengeruntukan dahi kala menyimaknya.

Lalu, apa dong isi kultwit #suamitertekan itu?
Continue reading

Fragments of Terboyo: The Mighty One.

Every person who spends his life, or at least have a part of his life in Terboyo 1, giving a meaning
which is always worth to recalls and take as note. Those who are tough, those who win and those who are
marginalized. Always interesting to see and learn. At least as a mirror, to see and absorb for our future needs.

In Tole’s2 memory, many figures worthy of note about them. Lessons ubiquitous, and the meaning of life is not in a stately home, nor behind the glass of a luxury sedan, and does not come by itself. Should be sought. Yes, searchable with a fist, and drops of sweat and tears. There’s depth of meaning is felt.
Continue reading

Sebelah Mata, Buku Dengan Konsep Shadaqah!

Senin (7/6) lalu, datang dua buah buku yang kupesan dari Irviyanti, seorang gadis cantik di Bandung. Judul buku itu, “Sebelah Mata“, penulisnya banyak orang, isinya beragam ekspresi dan opini dari para penulisnya, dicetak dengan sederhana, namun punya tujuan dan niat yang luar biasa mulia.

Aku yang belakangan ini terhitung jarang membeli buku , tidak mampu berkata tidak atau menunda untuk segera memesan setelah Irvi memaparkan latar belakang dan tujuan penerbitan buku yang sampulnya tampak disamping ini.
Continue reading

Jalan Sehat Subaya Denpasar

Jalur OrangeSabtu lalu (23/01), bersama tujuh rekan lain, aku menempuh sebuah perjalanan yang menyenangkan dan melelahkan. Perjalanan, jalan kaki dari Subaya, 30km utara Kintamani, menuju Denpasar yang diperkirakan secara keseluruhan perjalanan ini akan menempuh kurang lebih 100km. Perjalanan ini, ya..jalan sehat ini, merupakan sebuah upaya kawan kita Hendra WS, yang bernazar akan berjalan kaki Subaya-Denpasar, jika seorang kawan lain, Dan Sidartha menikah. Nazar itu diucapkan lebih dari dua tahun lalu, dan beberapa waktu lalu Dan Sidharta benar-benar menikah. Maka, perjalanan ini adalah sebuah upaya yang mesti dijalani.

Aku sendiri, ketika tahu ada nazar itu, tanpa ragu berteriak,..“Count me IN!!” dengan tanda seru banyak, yah…aku pengen ikut. Sapa coba yang mau kehilangan sebuah kesempatan indah menikmati sebuah perjalanan bersama, dengan kedua kaki, membelah alam Bali yang eksotik itu. Tak kan kusia-siakan kesempatan ini, maka walau ada perubahan jadwal, kupastikan aku akan terlibat didalamnya.
Continue reading

Riuh Papan Reklame di Jalan Teuku Umar

Jalan Teuku Umar yang membujur dari arah timur di jalan Diponegoro menuju arah barat jalan Imam Bonjol, merupakan satu jalan vital bagi kota Denpasar. Di sepanjang ruas jalan itu terdapat beragam jenis tempat usaha seperti kawasan kuliner, pertokoan handpone, perbankan, sampai hiburan malam.

Riuh Papan Reklame di Jalan Teuku Umar

Salah satu sudut Jalan Teuku Umar


Continue reading